counter
on Jumat, 15 November 2013
Is it a decimal or is it a fraction,
Should I divide or use subtraction?

Can anyone tell me what is this shape,
Do we use a ruler or maybe a tape?

One hundred centimetres make one metre,
How many millilitres to a litre?

Push the buttons on a calculator,
Teacher shouts 'Use your brains!' - you'll need them later.

Three times six, find the factor,
(But not using a protractor)


Wahai anak! Nasehat itu mudah, yang sulit adalah menerimanya; karena terasa pahit oleh hawa nafsu yang menyukai segala yang terlarang. Terutama dikalangan penuntut ilmu yang membuang-buang waktu dalam mencari kebesaran diri dan kemegahan duniawi. Ia mengira didalam ilmu yang tak bersari itulah terkandung keselamatan dan kebahagiaan, dan ia menyangka tak perlu beramal. Inilah kepercayaan filsul-filsuf.
Ia tidak tahu bahwa ketika ada pada seseorang ilmu, maka ada yang memberatkan, seperti disabdakan Rasulallah saw: “Orang yang berat menanggung siksa di hari kiamat ialah orang yang berilmu namun tidak mendapat manfaat dari ilmunya itu.”

Wahai anak! Janganlah engkau hidup dengan kemiskinan amal dan kehilangan kemauan kerja. Yakinlah bahwa ilmu tanpa amal semata-mata tidak akan menyelamatkan orang. Jika disuatu medan pertempuran ada seorang yang gagah berani dengan persenjataan lengkap dihadapkan dengan seekor singa yang galak, dapatkah senjatanya melindungi dari bahaya, jika tidak diangkat, dipukulkan dan ditikamkan? Tentu saja tidak akan menolong, kecuali diangkat, dipukulkan dan ditikamkan.

Demikian pula jika seseorang membaca dan mempelajari seratus ribu masalah ilmiah, jika tidak diamalkan maka tidaklah akan mendatangkan faedah. Wahai anak! Berapa malam engkau berjaga guna mengulang-ulang ilmu, membaca buku, dan engkau haramkan tidur atas dirimu. Aku tak tahu, apa yang menjadi pendorongmu. Jika yang menjadi pendorongmu adalah kehendak mencari materi dan kesenangan dunia atau mengejar pangkat atau mencari kelebihan atas kawan semata, maka malanglah engkau. Namun jika yang mendorongmu adalah keinginan untuk menghidupkan syariat Rasulallah saw dan menyucikan budi pekertimu serta menundukkan nafsu yang tiada henti mengajak kepada kejahatan, maka mujurlah engkau. Benar sekali kata seorang penyair, “Biarpun kantuk menyiksa mata, Akan percuma semata-mata jika tak karena Alloh semata”.

Wahai anak! Hiduplah sebagaimana maumu, namun ingat! bahwasanya engkau akan mati. Dan cintailah siapa yang engkau sukai, namun ingat! engkau akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah seperti yang engkau kehendaki, namun ingat! engkau pasti akan menerima balasannya nanti.

Sumber : www.eramuslim.com
on Jumat, 02 Agustus 2013
Go Over, Go Under, Go Around, Go Through,
But I Won't Give Up

Whatever The People Say, I Won't Give Up
Whatever Happens To Me, I Won't Give Up

If I Fall Down, I Will Rise Up
If I Lost, I Will Survive
If I Abused, I Won't Surrender

I Just Do If I Want
Because If I Want, I Can
And If I Think I Can, I Can

I Am A Dreamer, And I be Grateful Of It.
Because Life is Starts From A Little Dream
And Then be A Bigger And Bigger

I Don't Afraid If I Dream To High
It's Impossible My Dreams fall Down
If I Done What Should  I Do
That's TRY, PRAY, AND TAWAKAL
If I Lose , I will say "One More"
And Lose again, I will say "One More"
It's never ending until I get it (what I want)

And One More Thing That I Should Do
That's Close To God
Because God is An Arranger About Everything
Because God is More Powerful Than AnyBody

That's All Why My Live Motto Is "Keep Moving Forward"


on Kamis, 25 Juli 2013
When you want to do something that’s new
And it seems really, really hard to do
You feel like quitting, you feel you're through
Well I have some advice for you

Don’t give up
Keep on trying
You’re gonna make it
I ain't lying
Don’t give up, don’t ever quit
Try and try and you can do it
Don’t give up 


If you want to catch a ball
But you’re having no luck at all
The ball hits your head, it hits your nose
It hits your belly, your chin and toes

Well, try and try and try again
Keep on trying until the end
You put your hands out in the air
You’ll catch the ball
Yes this I swear

Don’t give up,
Keep on going
You’re on a boat,
So keep on rowing
Don’t give up, don’t ever stop
Try and try and you’ll come out on top


Don’t give up
You got yourself rollerskates
You put them on
And you feel great
You stand up
Then you fall, don’t think you can skate at all

You get back up, then you trip,
You skip and tip and slip, and flip
You try and try and try some more
Soon you’re skating across the floor

Don’t give up, keep on moving,
You’re gonna get there, just keep on grooving
Don’t give up, don’t pack it in
Try and try, and you’ll win

Don’t give up, no no no... Don’t give up, no no no
Don’t give up, no no no... Don’t give up, no no


DONT GIVE UP!



on Rabu, 24 Juli 2013
Kesyirikan dalam Sumpah Pramuka “Tri Satya” 

“Tri Satya, demi kehormatanku aku berjanji…” 

Demikianlah kata-kata yang sering kita dengar dari Pramuka. Dalam kalimat di atas terdapat ucapan sumpah dengan selain Allah yaitu bersumpah dengan ‘kehormatan’. 

Apakah ini dibolehkan? Berikut ini jawabannya, 

عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَيْدَةَ قَالَ سَمِعَ ابْنُ عُمَرَ رَجُلاً يَحْلِفُ لاَ وَالْكَعْبَةِ فَقَالَ لَهُ ابْنُ عُمَرَ إِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللَّهِ فَقَدْ أَشْرَكَ ». 

Dari Sa’ad bin Ubadah, suatu ketika Ibnu Umar mendengar seorang yang bersumpah dengan mengatakan ‘Tidak, demi Ka’bah’ maka Ibnu Umar berkata kepada orang tersebut, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang bersumpah dengan selain Allah maka dia telah melakukan kesyirikan” (HR Abu Daud no 3251, dinilai shahih oleh al Albani). 

Bersumpah dengan Allah adalah bentuk mengagungkan Allah. Oleh karenanya, bersumpah dengan selain Allah dinilai sebagai bentuk tindakan lancang kepada Allah dan melecehkan kesempurnaan dan keagungan Allah. Karena seorang insan jika ingin menegakan bahwa dirinya benar dalam perkataannya atau berupaya membersihkan diri dari tuduhan yang dialamatkan kepadanya maka dia akan bersumpah dengan sesuatu yang paling agung dalam hatinya. Adakah di alam semesta ini suatu yang lebih agung dibandingkan dengan Allah. Oleh karena itu, bersumpah dengan selain Allah tergolong kesyirikan. 

Hukum bersumpah dengan selain Allah adalah haram menurut mayoritas ulama. 
Ibnu Taimiyyah berkata, “Bersumpah dengan makhluk hukumnya haram menurut mayoritas ulama. Inilah pendapat Abu Hanifah dan merupakan salah pendapat dari dua pendapat yang ada dalam mazhab Syafii dan Ahmad. Bahkan ada yang menyatakan bahwa para shahabat telah bersepakat dalam hal ini. 
Ada juga yang berpendapat bahwa sumpah dengan selain Allah itu makruh. Namun pendapat pertama jelas pendapat yang lebih benar sampai-sampai tiga shahabat nabi yaitu Abdullah bin Mas’ud, Abdullah bin Abbas dan Abdullah bin Umar berkata, ‘Sungguh jika aku bersumpah dengan nama Allah dalam keadaan aku berbohong itu lebih aku sukai dibandingkan jika aku bersumpah dengan selain Allah dalam kondisi benar” (Majmu Fatawa 1/204). 

Dalam kesempatan yang lain, beliau berkata, “Menurut pendapat yang benar dan itu merupakan pendapat mayoritas ulama baik dari generasi salaf maupun khalaf adalah tidak boleh bersumpah dengan makhluk baik nabi atau bukan nabi, malaikat, seorang raja ataupun seorang ulama. Terlarangnya hal ini adalah larangan haram menurut mayoritas ulama sebagaimana pendapat Abu Hanifah dan yang lainnya. Hal tersebut merupakan salah satu dari dua pendapat dalam mazhab Ahmad” (Majmu Fatawa 27/349). 

Tentang rahasia di balik larangan ini, Syaukani mengatakan, “Para ulama mengatakan bahwa rahasia di balik larangan bersumpah dengan selain Allah adalah karena bersumpah dengan sesuatu itu menunjukkan pengagungan dengan suatu yang disebutkan. Padahal keagungan yang hakiki adalah hanya milik Allah. Oleh karena itu tidak boleh bersumpah kecuali dengan Allah, zat dan sifatNya. Ini merupakan kesepakatan semua ahli fikih” (Nailul Author 10/160). 

Jadi bersumpah dengan selain Allah adalah syirik besar yang mengeluarkan dari Islam jika diiringi keyakinan bahwa makhluk yang disebutkan dalam sumpah tersebut sederajat dengan Allah dalam pengagungan dan dalam keagungan. Jika tidak ada unsur ini maka hukumnya adalah syirik kecil. 

عَنِ ابْنِ عُمَرَ – رضى الله عنهما أَنَّهُ أَدْرَكَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ فِى رَكْبٍ وَهْوَ يَحْلِفُ بِأَبِيهِ ، فَنَادَاهُمْ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « أَلاَ إِنَّ اللَّهَ يَنْهَاكُمْ أَنْ تَحْلِفُوا بِآبَائِكُمْ ، فَمَنْ كَانَ حَالِفًا فَلْيَحْلِفْ بِاللَّهِ ، وَإِلاَّ فَلْيَصْمُتْ » 

Dari Ibnu Umar, sesungguhnya beliau menjumpai Umar bin al Khattab bersama suatu rombongan. Saat itu Umar bersumpah dengan menyebut nama bapaknya. Nabipun lantas memanggil rombongan tersebut lalu bersabda, “Ingatlah sesungguhnya Allah melarang kalian untuk bersumpah dengan menyebut nama bapak-bapak kalian. Siapa yang hendak bersumpah maka hendaknya bersumpah dengan Allah atau jika tidak diam saja” (HR Bukhari no 5757). 

عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ حَلَفَ بِالأَمَانَةِ فَلَيْسَ مِنَّا ». 

Dari Ibnu Buraidah dari Buraidah, Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang bersumpah dengan amanah maka dia bukanlah umatku” (HR Abu Daud no 3253, dinilai shahih oleh al Albani). 

Oleh karena itu tidak diperkenankan untuk bersumpah dengan Ka’bah, amanah, kehormatan, pertolongan, barokah fulan, kehidupan fulan, kedudukan nabi, kedudukan wali, bapak, ibu dan tidak pula dengan kepala anak. Ini semua hukumnya haram. Barang siapa yang terjerumus ke dalamnya maka kaffarah/tebusannya adalah dengan mengucapkan laa ilaha illallah sebagaimana yang disebutkan dalam hadits yang shahih. 

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « مَنْ حَلَفَ فَقَالَ فِى حَلِفِهِ وَاللاَّتِ وَالْعُزَّى . فَلْيَقُلْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ . وَمَنْ قَالَ لِصَاحِبِهِ تَعَالَ أُقَامِرْكَ . فَلْيَتَصَدَّقْ » 

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang bersumpah lalu berkata dalam sumpahnya ‘demi Latta dan Uzza’ maka hendaknya mengucapkan laa ilaha illallah. Barang siapa yang berkata kepada kawannya ‘mari kita bertaruh’ maka hendaknya dia bersedekah” (HR Bukhari no 4579) [Muharramat Istahana biha anNas hal 21, maktabah al Khudairi]. 

Di sisi lain, dalam al Qur’an Allah sering bersumpah dengan menyebut makhlukNya semisal mengatakan, ‘Demi matahari dan terangnya’ atau ‘Demi malam jika telah gelap’ atau kalimat yang semisal. 

Ada dua jawaban untuk mendudukkan masalah ini dengan benar. Pertama, ini adalah perbuatan Allah dan Allah tidak boleh ditanya tentang yang Dia lakukan. Dia berhak untuk bersumpah dengan makhluk apa saja yang Dia kehendaki. Dialah yang akan menanyai makhlukNya bukan malah ditanya. Dialah yang menghukumi bukan yang dihukumi. 
Kedua, Allah bersumpah dengan makhluk-makhluk ini menunjukkan keagungan dan kesempurnaan kuasa dan hikmah Allah. Jadi jika Allah bersumpah dengan ini semua, maka ini menunjukkan pengagungan terhadap makhluk-makhluk tersebut. Sehingga secara tidak langsung menunjukkan sanjungan terhadap Allah. Sedangkan kita tidak diperkenankan untuk bersumpah dengan selain Allah karena kita dilarang untuk melakukan hal tersebut (al Qoul al Mufid 2/325-326). 



Adapted from hukmulislam.blogspot.com

on Rabu, 03 Juli 2013
Sebenarnya gampang menjadi orang baik..., yang bertaqwa...., beristiqamah...., pandai bersyukur......, bertafakur....., dan lain sebagainya. Kuncinya cuman satu, yaitu MUROQABAH atau keadaan dimana diri kita sealu merasa diawasi atau dlihat oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. Keadaan dimana lubuk hati sudah menancap bahwa Sang Maha Kuasa melihat kita terus menerus. Otomatis, jika ingin berbuat buruk, selalu ada saja yang dapat mencegahnya. Diri menjadi seperti dituntun oleh-Nya. Rasanya lebih tenteram hati ini. Adem ayem...... sungguh, bahkan perasaan menjadi terkontrol. tidak cepat marah, tidak berprasangka buruk, dan lain sebagainya. Semua badai kehidupan serasa takluk bertekuk lutut.
Bahkan syaitan saja dapat kalah di hadapan kita jika punya sifat ini. Subhanallah.........

on Selasa, 02 Juli 2013
I JUST WANNA SAY TO MYSELF :
IF YOU CAN DO TODAY....!!!!!
DONT LET IT TOMORROW....!!!!!!
on Senin, 24 Juni 2013
Good Tutorial to Learn About "Constellations"
Check This Out!!


on Sabtu, 22 Juni 2013
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَحِيْمِ
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَ بَرَكَاتُهُ
الحَمْدُلله الذِي اَنْعَمَنَا بِنِعَامِهِ الْكَمِلَةِ وَالصّلَا ةُ وَسّلَامُ عَلَي سَيّدِنَا مُحَمّدٍ ذِي الْاَوْصَا فِ الْمَحْمُوْدَةِ وَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحٰبِهِ الّذِى نَالُ دّرَجٰةِ الْعَالِيَةِ فِى النُّصْرَةِ الدّيْنِ وَالْمِلّةِ لَاحَوْلَ وَلَاقُوّةَ اِلّا بِاالله
اَيُّهَا الْمُسْتَمِيْعُوْنَ الْكِرَامِ 
قَبْلَ كُلِّ شَئٍ حَيَّ عَلَى الشُّكْرِ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى الّذِي قَدْ وَهَبَ لَنَا نِعْمَةً وَافِرَةً وَبِالْحُصُوْصِ نِعْمَةَ الْصِّحَّةِ وَالْعَافِيَّةِ حَتَّي نَتَمَكَّنُ مِنَ الْحُضُوْرِ فِى هٰذِهِ الْمُنَافِسَةِ وَ الْمُسَابَقَةِ بِالسُّرُوْرِ وَالْبَهْجَةِ.
حَيَّ بِنَا اَنْ نُصَلّى وَ نُسَلِّمُ عَلَى سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمِ الّذِى قَدْ اَخْرَجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ اِلَى النُّوْرِ. وَ هُوَ الَّذِى كَانَ اُسْوَتٌ حَسَنَةٌ لَنَا فِى سَاءِرِ النَّوَاحِ مِنَ الدُّنْيَا اِلَى الْاٰخِرَةِ.
اَيُّهَا الْمُسْتَمِيْعُوْنَ الْكِرَامِ 
وَلَا نَنْسَ اَنْ نُقَدّمَ بِخُلٰصِ الشُّكْرِ وَ الْاِمْتِمَانِ وَ التَّقْدِيْرِ لِحَضْرَتِ رَئِيْسِ الْمَجْلِيْسِ الشَّرِيْفِ النَّبِيْل فِي هَذَا النَّهَارِ الْمُبَارَك حَيْثُ اَتَاحَى لِي فُرْصَةٌ ثَمِيْنَةٌ وَ نِهَازَةٌ غَالِيَةٌ لِاَقُوْمَ اَمَامَكُمْ بِسْمِ الْمُتَكَلِّمِ وَفْدًا مِنَ الْمَدْرَسَةِ الْمُتَوَصِّطَةِ الْحُكُوْمِيَّةِ الْاُوْلَى سَمَرَانْجِ لِاَتَكَلَّمُ اَمَامَكُمْ جَمِيْعً تَحْتَ الْمَوْضُوْعِ :
اَخْلَاقَ اشَّبَابُ فِى رِسَالَةِ الْاِسْلَام. حُصُوْصًا كَيْفَ الْوَاجِبِ عَلَى الشَّبَابِ نَحْوَ رَبَّهُ اللهُ سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.
الْاَوّل. لَقَدْ مَنَّ اللهُ تَعَالَى عَلَيْكَ اَيُّهَا الشَّبَاب بِنِعَمٍ كَثِيْرَةٍ. جَعَلَ لَكَ عَقْلًا وَ هَدَاكَ اِلَى الدِّيْنِ الْاِسْلَامِ، الَّذِى هُوَ اَعْظَم نِعْمَةٍ وَ جَمِيْعِ نِعَمِهِ لَا تُحْصُوْهَا. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْعَزِيْز، "وَ اِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللهِ لَا تُحْصُوْهَا "
الثَّانِى. فَيَلْزَمُكَ اَيُّهَا الشَّبَاب اَنْ تَشْكُرَ رَبَّكَ عَلَى نِعَمِهِ: بِاَنْتُطِيْعَ اَوَامِرَهُ وَ تَبْتَعِدُ عَنْ مَنْهِيَّاتِهِ وَ تُعَدِّمَهُ مِنْ قَبْلِكَ وَ تُعَظِّمَهُ مِنْ قَلْبِكَ. فَلَا تَعْمَلْ قَبِيْحًا وَلَوْا فِى حَالِ وَحْدَتِكَ. قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّم : "اِتَّقِ اللهَ حَيْثُ مَا كُنْتَ" وَ اِنْ تُحِبَّ رَبَّكَ اَكْثَرَ مِنْ مَحَبَّتِكَ لِوالِدَيْك وَ لِنَفْسِكَ، وَ تُحِبَّ اَيْضًا جَمِيْعَ عَلَى مَلَائِكَتِهِ وَ رُسُوْلِهِ وَالْاَنْبِيَائِهِ وَ الصَّالِحيِنَ مِنْ عِبَادِهِ لِاَنَّهُ تَعَلَى يُحِبُّهُمْ.
اَلثَّالِثْ. يَجِبُ عَلَيْكَ اَيُّهَا الشَّبَاب اَنْ تَسْتَعِيْنَ بِه فِى حَاجَاتِكَ. وَ تَتَوَكَّلَ عَلَيْهِ فَي اُمُوْرِكَ. فَقَالَ تَعَالَى "وَ عَلَى اللهِ تَتَوَكَّلُوا اِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِيْنَ."
اَلرَّابِعْ. اِذَا شَكَرْتَ رَبَّكَ اَيُّهَا الشَّبَاب  زَادَكَ الله مِنْ نِعَمِهِ. كَمَا قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى كِتَابِهِ الْكَرِيْم "لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَ لَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِي لَشَدِيْد".
فَحَفِظَكَ مِنَ الْمَصَائِبِ وَ اَعْطَكَ مَا تَرْجُوْهُ وَ حَبَّكَ مَوْلَاكَ سُبْحٰنَهُ وَ تَعَالَى وَ جَعَلَ الخَلْقَ يُحِبُّوْنَكَ.
كَمَا قَالَ اللهُ تَعَالَى : "اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ عَمِلُ الصَّالِحٰتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمٰن وُدًّا"
فَلِذَالِكَ، وَضَعَ اللهُ الرّحْمَةَ لَكَ فِى قُلُوْبِ وَالِدَيْكَ حَتَّى رَبَّيَاكَ تَرْبِيَّةً كَامِلَةً. وَ حَبَّبَكَ اِلَى اسُتَاذِكَ حَتَّى عَلَّمَكَ مَا يُفِيْدُكَ فِى دِيْنِكَ وَ دُنْيَاكَ اِلَى غَيْرِ ذَلِكَ مِنْ نِعَمِهِ تَعَالَى الَّتِى لَا تُحْصُوْهَا .
وَ اٰخِرًا، نَدْعُ اللهَ سُبْحَانَهُ وَ تَعَلَى اَنْ يُطَوِّلَ اَعْمَارَنَ. كَفَانَ بِهٰذَا كَلَمِى. نَسْتَعْفِيْكُمْ عَلَى خَطَيَ فِى كَلَامِ وَ الْلَحن. وَ نَشْكُرُكُمْ جَزِيْلًا الشُّكْرِ عَلَى سَائِرِ اهْتِمَامِكُمْ وَ عِنَيَاتِكُمْ. وَ نَسْئَلُ اللهَ التَّوْفِق وَ الْهِدَايَة لِنِّيَّةِ الْمُحْلِصَة وَ الْاَعْمَلِ الصَّالِحَة
وَ اٰخِرًا، نُسَلِّمَكُمْ بِتَحِيَّةِ السَّلَام، وَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ

on Rabu, 24 April 2013
Novel Ranah 3 Warna - Ahmad Fuadi
Syair : Sayyid Ahmad Hasyimi
“Bersabar dan ikhlaslah dalam setiap langkah perbuatan
Terus meneruslah berbuat baik , ketika di kampung dan di rantau
Jauhilah perbuatan buruk,, dan ketahuilah
Pelakunya pasti diganjar,  di perut bumi dan di atas bumi
Bersabarlah menyongsong musibah yang terjadi
Dalam waktu yang mengalir
Sungguh di dalam sabar ada pintu sukses dan impian kan tercapai
Jangan cari kemuliaan di kampung kelahiranmu
Sungguh kemuliaan itu ada dalam perantauan di usia muda
Singsingkan lengan baju dan bersungguh-sungguhlah menggapai impian
Karena kemuliaan tak akan bisa diraih dengan kemalasan
Jangan bersilat kata dengan orang yang tak mengerti apa yang kau katakan
Karena debat kusir adalah pangkal keburukan”
(Diterjemahkan dengan bebas dari syair Sayyid Ahmad Hasyimi. Syair ini diajarkan pada tahun ke-4 di pondok Modern Gontor , Ponorogo)
------------------------------------------------------------
“Anak-anakku…
Akan tiba masa ketika kalian dihadang badai dalam hidup. Bisa badai di luar diri kalian,bisa badai di dalam diri kalian. Hadapilah dengan tabah dan sabar, jangan lari. Badai pasti akan berlalu.
Anak-anakku…
Badai paling dahsyat dalam sejarah manusia adalah badai jiwa, badai rohani, badai hati. Inilah badai dalam perjalanan menemukan dirinya yang sejati. Inilah badai yang bisa membongkar dan melepaskan iman, logika, kepercayaan diri dan tujuan hidup. Akibat badai ini bisa lebih hebat dari badai ragawi. Menangilah badai rohani dengan iman dan sabar, kalian akan menjinakkan dunia akhirat.
Anak-anakku…
Bila badai datang, hadapi dengan iman dan sabar. Laut tenang ada untuk dinikmati dan disyukuri. Sebaliknya laut badai ada untuk ditaklukkan, bukan ditangisi. Bukankah karakter pelaut andal ditatah oleh badai yang silih berganti ketika melintas lautan tak bertepi ?” (Ranah 3 Warna, halaman 467)
“Hidupku selama ini membuat aku insaf untuk menjinakkan badai hidup, “mantra” man jadda wajada saja ternyata tidak cukup sakti. Antara sungguh-sungguh dan sukses itu tidak bersebelahan, tapi ada jarak. Jarak ini bisa hanya satu sentimeter, tapi bisa juga ribuan kilometer. Jarak ini bisa ditempuh dalam hitungan detik, tapi juga bisa puluhan tahun.”
“Jarak antara sungguh-sungguh dan sukses hanya bisa diisi sabar. Sabar yang aktif, sabar yang gigih, sabar yang tidak menyerah, sabar yang penuh dari pangkal sampai ujung yang paling ujung. Sabar yang bisa membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, bahkan seakan-akan itu sebuah keajaiban dan keberuntungan. Padahal keberuntungan adalah hasil kerja keras, doa dan sabar yang berlebih-lebih.”
“Bagaimanapun tingginya impian, dia tetap wajib dibela habis-habisan walau hidup sudah digelung oleh nestapa akut. Hanya dengan sungguh-sungguhlah jalan sukses terbuka. Tapi hanya dengan sabarlah takdir itu terkuak menjadi nyata. Dan Tuhan selalu memilihkan yang terbaik dan paling kita butuhkan. Itulah hadiah Tuhan buat hati yang kukuh dan sabar.” (Ranah 3 Warna, halaman 468)

on Senin, 08 April 2013



The Lyrycs

Easy come, easy go,
That's just how you live, oh,
Take, take, take it all,
But you never give.
Should've known you was trouble
From the first kiss,
Had your eyes wide open.
Why were they open?

Gave you all I had and you tossed it in the trash,
You tossed it in the trash, you did.
To give me all your love is all I ever asked, 'cause
What you don't understand is

I'd catch a grenade for ya (yeah, yeah)
Throw my hand on a blade for ya (yeah, yeah)
I'd jump in front of a train for ya (yeah, yeah)
You know I'd do anything for ya (yeah, yeah)
Oh, oh, I would go through all of this pain,
Take a bullet straight through my brain!
Yes, I would die for ya, baby,
But you won't do the same. 

No, no no

Black, black, black and blue, beat me 'til I'm numb,
Tell the devil I said "hey" when you get back to where you're from.
Mad woman, bad woman, that's just what you are,
Yeah, you'll smile in my face then rip the brakes out my car

Gave you all I had and you tossed it in the trash,
You tossed it in the trash, yes you did.
To give me all your love is all I ever asked, 'cause
What you don't understand is

I'd catch a grenade for ya (yeah, yeah)
Throw my hand on a blade for ya (yeah, yeah)
I'd jump in front of a train for ya (yeah, yeah)
You know I'd do anything for ya (yeah, yeah)
Oh, oh, I would go through all of this pain,
Take a bullet straight through my brain!
Yes, I would die for ya, baby,
But you won't do the same. 

If my body was on fire,
Ooh, you'd watch me burn down in flames.

You said you loved me, you're a liar,
'cause you never, ever, ever did, baby!
But, darling 

I'd still catch a grenade for ya (yeah, yeah)
Throw my hand on a blade for ya (yeah, yeah)
I'd jump in front of a train for ya (yeah, yeah)
You know I'd do anything for ya (yeah, yeah)
Oh, oh, I would go through all of this pain,
Take a bullet straight through my brain!
Yes, I would die for ya, baby,
But you won't do the same. 

No, you won't do the same
You wouldn't do the same
Ooh, you'd never do the same
Ohh, no no no
on Sabtu, 16 Maret 2013

I'm very confused. Really really confused. But, it was happening. I'm very disappointed. its feel like a dreamt.  yeah, a bad dreamt. I always say to myself  "Really??? Really???". But, I can't found its answer. 

Finally, I tried to get closer to God. Yeah, get closer to Allah S.W.T. I tried and tried. Over time, my heart get comfortable and comfortable. And unfortunately I found its answer. Yeah, because of GOD..... Thanks God......

That answer was amazing. it was simple but really really amazing. The point of the answer is I HAVE TO DO HARD .....
yeah, I have to......

Now, I trying to do hard. And the most importantly is GOING TO THE EXTRA MILES... I have to be the first. yeah, the first...... NOW I AM ON FIRE....... I am very excited......


on Kamis, 14 Maret 2013
OH MY GOD......
Masha Allah.....

hmmm,, baru kali ini aku dapet ranking 6. Ampuni hamba ya Allah.... Astaghirullahal Adzim.....
Astaghfirullahal Adzim......, huft......
tapi yah sudahlah tinggalkan masa lalu, dan berpikirlah ke depan......
Yang penting HARUS BELAJAR LEBIH KERAS LAGI........
on Jumat, 08 Maret 2013
alam semesta















بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

”Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya {27} Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya {28} dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang {29} Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya {30} Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya {31} Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh {32} (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu {33}”(Q.S. An-Nazi’at: 27-33)
Pembentukan alam semesta dalam enam masa, sebagaimana disebutkan Al-Qur’an atau kitab lainnya, sering menimbulkan permasalahan. Sebab, enam masa tersebut ditafsirkan berbeda-beda, mulai dari enam hari, enam periode, hingga enam tahapan. Oleh karena itu, pembahasan berikut mencoba menjelaskan maksud enam masa tersebut dari sudut pandang keilmuan, dengan mengacu pada beberapa ayat Al-Qur’an.
Dari sejumlah ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan enam masa, Surat An-Nazi’at ayat 27-33 di atas tampaknya dapat menjelaskan tahapan enam masa secara kronologis. Urutan masa tersebut sesuai dengan urutan ayatnya, sehingga kira-kira dapat diuraikan sebagai berikut:
Masa I (ayat 27): penciptaan langit pertama kali
Pada Masa I, alam semesta pertama kali terbentuk dari ledakan besar yang disebut ”big bang”, kira-kira 13.7 milyar tahun lalu. Bukti dari teori ini ialah gelombang mikrokosmik di angkasa dan juga dari meteorit.
Awan debu (dukhan) yang terbentuk dari ledakan tersebut , terdiri dari hidrogen. Hidrogen adalah unsur pertama yang terbentuk ketika dukhan berkondensasi sambil berputar dan memadat. Ketika temperatur dukhan mencapai 20 juta derajat celcius, terbentuklah helium dari reaksi inti sebagian atom hidrogen. Sebagian hidrogen yang lain berubah menjadi energi berupa pancaran sinar infra-red. Perubahan wujud hidrogen ini mengikuti persamaan E=mc2, besarnya energi yang dipancarkan sebanding dengan massa atom hidrogen yang berubah.
Selanjutnya, angin bintang menyembur dari kedua kutub dukhan, menyebar dan menghilangkan debu yang mengelilinginya. Sehingga, dukhan yang tersisa berupa piringan, yang kemudian membentuk galaksi . Bintang-bintang dan gas terbentuk dan mengisi bagian dalam galaksi, menghasilkan struktur filamen (lembaran) dan void (rongga). Jadi, alam semesta yang kita kenal sekarang bagaikan kapas, terdapat bagian yang kosong dan bagian yang terisi awan debu (dukhan) yang terbentuk akibat big bang
hembusan angin bintang dari kedua kutubnya galaksi yang terbentuk dari piringan bintang-bintang dan gas-gas pembentuknya
struktur filamen dari alam semesta yang bagaikan kapas.
Masa II (ayat 28): pengembangan dan penyempurnaan
Dalam ayat 28 di atas terdapat kata ”meninggikan bangunan” dan ”menyempurnakan”. Kata ”meninggikan bangunan” dianalogikan dengan alam semesta yang mengembang, sehingga galaksi-galaksi saling menjauh dan langit terlihat makin tinggi. Ibaratnya sebuah roti kismis yang semakin mengembang, dimana kismis tersebut dianggap sebagai galaksi. Jika roti tersebut mengembang maka kismis tersebut pun akan semakin menjauhi model roti kismis untuk menggambarkan mengembangnya alam semesta
Mengembangnya alam semesta sebenarnya adalah kelanjutan big bang. Jadi, pada dasarnya big bang bukanlah ledakan dalam ruang, melainkan proses pengembangan alam semesta. Dengan menggunakan perhitungan efek doppler sederhana, dapat diperkirakan berapa lama alam ini telah mengembang, yaitu sekitar 13.7 miliar tahun.
Sedangkan kata ”menyempurnakan”, menunjukkan bahwa alam ini tidak serta merta terbentuk, melainkan dalam proses yang terus berlangsung. Misalnya kelahiran dan kematian bintang yang terus terjadi. Alam semesta ini dapat terus mengembang, atau kemungkinan lainnya akan mengerut.
Masa III (ayat 29): pembentukan tata surya termasuk Bumi
reaksi nuklir yang menjadi sumber energi bintang seperti Matahari
Surat An-Nazi’ayat 29 menyebutkan bahwa Allah menjadikan malam yang gelap gulita dan siang yang terang benderang. Ayat tersebut dapat ditafsirkan sebagai penciptaan matahari sebagai sumber cahaya dan Bumi yang berotasi, sehingga terjadi siang dan malam. Pembentukan tata surya diperkirakan seperti pembentukan bintang yang relatif kecil, kira-kira sebesar orbit Neptunus. Prosesnya sama seperti pembentukan galaksi seperti di atas, hanya ukurannya lebih kecil.
Seperti halnya matahari, sumber panas dan semua unsur yang ada di Bumi berasal dari reaksi nuklir dalam inti besinya (gambar 3). Lain halnya dengan Bulan. Bulan tidak mempunyai inti besi. Unsur kimianya pun mirip dengan kerak bumi. Berdasarkan fakta-fakta tersebut, disimpulkan bahwa Bulan adalah bagian Bumi yang terlontar ketika Bumi masih lunak. Lontaran ini terjadi karena Bumi bertumbukan dengan suatu benda angkasa yang berukuran sangat besar (sekitar 1/3 ukuran Bumi). Jadi, unsur-unsur di Bulan berasal dari Bumi, bukan akibat reaksi nuklir pada Bulan itu sendiri.
Masa IV (ayat 30): awal mula daratan di Bumi
Penghamparan yang disebutkan dalam ayat 30, dapat diartikan sebagai pembentukan superkontinen Pangaea di permukaan Bumi.
Masa III hingga Masa IV ini juga bersesuaian dengan Surat Fushshilat ayat 9 yang artinya,[i] “Katakanlah: ‘Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya?’ (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam”.
daratan Pangaea yang merupakan asal mula semua daratan di Bumi.
Masa V (ayat 31): pengiriman air ke Bumi melalui komet
ilustrasi komet yang membawa unsur hidrogen sebagai pembentuk air di Bumi
Dari ayat 31 di atas, dapat diartikan bahwa di Bumi belum terdapat air ketika mula-mula terbentuk. Jadi, ayat ini menunjukan evolusi Bumi dari tidak ada air menjadi ada air.
Jadi, darimana datangnya air? Air diperkirakan berasal dari komet yang menumbuk Bumi ketika atmosfer Bumi masih sangat tipis. Unsur hidrogen yang dibawa komet kemudian bereaksi dengan unsur-unsur di Bumi dan membentuk uap air. Uap air ini kemudian turun sebagai hujan yang pertama. Bukti bahwa air berasal dari komet, adalah rasio Deuterium dan Hidrogen pada air laut, yang sama dengan rasio pada komet. Deuterium adalah unsur Hidrogen yang massanya lebih berat daripada Hidrogen pada umumnya.
Karena semua kehidupan berasal dari air, maka setelah air terbentuk, kehidupan pertama berupa tumbuhan bersel satu pun mulai muncul di dalam air.
Masa VI (ayat 32-33): proses geologis serta lahirnya hewan dan manusia gunung sebagai pasak Bumi
Dalam ayat 32 di atas, disebutkan ”…gunung-gunung dipancangkan dengan teguh.” Artinya, gunung-gunung terbentuk setelah penciptaan daratan, pembentukan air dan munculnya tumbuhan pertama. Gunung-gunung terbentuk dari interaksi antar lempeng ketika superkontinen Pangaea mulai terpecah.
Kemudian, setelah gunung mulai terbentuk, terciptalah hewan dan akhirnya manusia sebagaimana disebutkan dalam ayat 33 di atas. Jadi, usia manusia relatif masih sangat muda dalam skala waktu geologi.
Jika diurutkan dari Masa III hingga Masa VI, maka empat masa tersebut dapat dikorelasikan dengan empat masa dalam Surat Fushshilat ayat 10 yang berbunyi, ”Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya”.
Demikianlah penafsiran enam masa penciptaan alam dalam Al-Qur’an, sejak kemunculan alam semesta hingga terciptanya manusia. Wallahu a’lam bisshowab.
Katakanlah, “Adakah di antara sekutumu yang dapat memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali?”. Katakanlah, “Allah memulai penciptaan, kemudian Dia mengulanginya (mengembalikannya). Maka bagaimana kamu dipalingkan (menyembah selain Allah) ?”. (Q.S. Yunus [10] : 34)
semoga bermanfaat


on Sabtu, 02 Maret 2013

Al Quran memang telah menjadi mukjizat yang luar biasa yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Betapa tidak? Dalam tempo yang sangat lama sejak diturunkannya Al Quran rupanya Al Quran masih menyimpan misteri-misteri yang sampai sekarang belum bisa di pecahkan oleh manusia.

Baiklah dalam kesempatan ini pula saya akan membagi kepada anda sekalian tentang misteri yang jauh-jauh hari telah di prediksi oleh Al Quran. Allah SWT berfirman dalam ayat-Nya :

“Aku bersumpah demi bintang tersembunyi. Yang bergerak cepat yang menyapu,” 

(At-Takwir ayat 15-16)

Ayat diatas menyaratkan bahwa Allah SWT telah berfirman dalam Al- Quran bahwa akan ada bintang yang tersembunyi dan bergerak cepat serta menyapu. Hal ini kemudian di masa mendatang dikenal dengan nama Black Hole. Black Hole merupaka suatu tahap akhir dari suatu bintang yang mana mempunyai gravitas yang sangat luar biasa besar. Dalam astronomi kita kenal dengan Radius Schwarzschild, atau radius minimal suatu bintang agar cahaya apabila sudah masuk tidak bisa keluar lagi. Itulah Black Hole sampai-sampai cahay tertelan. Berdasar pada ayat diatas :
  1. Aku bersumpah demi bintang tersembunyi. Ini kita tahu bahwa Black Hole tidak dapat kita lihat. Invisible. Kata tersembunyi mempunyai makna tak terlihat. Kita tidak bisa melihat Black Hole tersebut, hanya dapat kita rasakan saja efek gravitationalnya. Black hole hanya dapat dideteksi oleh sebuah teleskop ruang angkasa yang sudah diberikan alat tambahan agar bisa melihat Black Hole.
  2. Yang bergerak. Dalam evolusi bintang, Black Hole terbentuk dari bintang neutron. Kita tahu bahwa bintang neutron berputar sangat cepat hingga terciptanya pulsar.
  3. Yang menyapu. Sebagaimana paparan diatas, Black Hole hanya dapat dirasakan efek Gravitational nya saja. Karena mempunyai gravitasi yang sangat besar sampai semua benda yang berada di sekitarnya akan tertarik kedalam, tersapu semua.
Wallahu a'lam. Semoga semua ini bisa lebih menambah wawasan dan keimanan kita. Amin.
Beberapa dokumentasi tentang Black Hole..
Cahaya tertarik ke dalam Black Hole

Berputar sangat cepat

Efek Gravitational sangat besar
on Senin, 25 Februari 2013
Pengertian
Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha. Sedangkan, usaha adalah besarnya gaya yang bekerja pada suatu benda untuk melakukan perpindahan (gaya dikali perpindahan). Pengertian energi dan usaha di atas adalah pengertian secara fisika, sedangkan dalam kehidupan sehari-hari agak sedikit berbeda. Misalnya : Bedu mempunyai usaha pembuatan batu bata dan Amir mempunyai usaha toko manisan. Atau sering kita dengar kata-kata orang tua bahwa kita harus ber-usaha keras untuk mengejar cita-cita. Tetapi sebenarnya bukan pengertian itu yag kita mau bahas pada artikel energi dan usaha ini, melainkan pengertian energi dan usaha secara fisika. 

Jenis-jenis Energi dalam Fisika
Dari beberapa artikel fisika yang saya baca umumnya energi dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu :
1. Energi Potensial
Yaitu energi yang dimiliki oleh benda karena kedudukannya, contohnya : pegas. Energi ini sifatnya tersembunyi dan akan keluar jika dilakukan sesuatu kepadanya. Coba anda tarik sebuah pegas dengan kencang-kencang, maka pegas tersebut akan bergerak berulang-ulang atau melepaskan energi secara berulang-ulang. Padahal kita hanya menariknya satu kali saja. Contoh energi potensial pada pegas ini disebut juga energi potensial elastis.

2. Energi Kinetik
Yaitu energi yang dimilki oleh suatu benda karena gerakannya. Jadi bisa dikatakan energi kinetik ini adalah energi yang berhubungan dengan gerakan, misalnya : percobaan menjatuhkan beberapa benda dengan berat yang sama pada tanah yang berlumpur. Diperoleh kesimpulan bahwa kuadrat kecepatan akan berbanding lurus dengan kedalaman tanah tersebut.

3. Energi Mekanik
Yaitu energi yang diperoleh dari hasil penjumlahan energi potensial dengan energi kinetik.
\
Rumus-rumus Fisika Energi dan Usaha
I. Rumus pada Energi
1. Rumus pada energi Potensial
Ep = m. g. h
Ket :
Ep = Energi potensial gravitasi (Joule)
m = Massa benda (Kg) 
g = Percepatan gravitasi (N/kg) atau (m/s kuadrat)
h = Ketinggian benda (meter)

Rumus lain energi potensial :
Ep = Em - Ek

2. Rumus pada Energi Kinetik 
Ek = 1/2*m*v^2
Ket :
Ek = Energi kinetik
v = kecepatan (m/s)
m = massa benda (kg)

Rumus lain energi kinetik :
Ek = Em - Ep

3. Rumus Energi Mekanik
Em = Ep + Ek
Ket:
Em = Energi Mekanik

II. Rumus Usaha
W = F.s
atau
W = F. s cos θ 
Ket :
W = Usaha (Joule atau Kg m/s)
F = Gaya (Newton)
s = Jarak perpindahan benda
θ Sudut antara arah gaya dengan arah perpindahan


III. Rumus Hubungan Energi dan Usaha
W = ΔEp = m. g. (h2 - h1)
atau
W = ΔEk = usaha sama dengan delta energi kinetik
     
Ep1 + Ek1 = Ep2 + Ek2
Keterangan :
W = Usaha
Ep= Energi potensial awal
Ek1 = Energi kinetik awal
Ep= Energi potensial akhir
Ek2 = Energi kinetik akhir


IV. Rumus Hubungan, Energi, Usaha dan Daya
P =ΔE / Δt
atau
P = W / Δt 
atau
P = F. s / Δt 
atau
P = F. v  
Keterangan :
P = Daya (Watt atau J/s)
ΔE = Perubahan energi (J)

Δt = Perubahan waktu (s)
W = Usaha (J)
F = Gaya (N)
s = Jarak (m)


Contoh Soal Energi dan Usaha 



1. Terdapat Benda beratnya w Newton (g = 9,8 m/s2) mula-mula dalam keadaan diam. Gaya besarnya 10 newton bekerja pada benda selama 10 detik. Jika gaya telah melakukan usaha sebesar 3000 joule, berapa w dan berapa besarnya daya dalam watt dan HP.

2. Benda yang massanya 4 kg sedang bergerak. Hitunglah besar usaha untuk : 
a. Menaikkan kecepatan benda dari 3 m/s menjadi 6 m/s. 
b. Menghentikan gerak benda yang kecepatannya 10 m/s  (g = 9,8 m/s2)


3.Kapan Energi Potensial pegas akan sama dengan 0 ?

4. Untuk Menggeser sebuah balok pada bidang datar Yakub mengeluarkan usaha 20 joule, Hitunglah gaya dorong Yakub jika balok tersebut bergeser sejauh 50 Cm ?


5. Jika Yakub membawa ransel seberat 20 Kg kemudian mendaki bukit dengan ketinggian 20 meter, jika Yakub bergerak dengan kecepatan tetap, Hitunglah usaha yagn harus dilakukan Yakub ?

Video Edukasi Tentang Energi dan Usaha


copy from........ http://smartinyourhand.blogspot.com