counter
on Selasa, 30 Desember 2025

 Oleh Husein Abdul Majid


Aku mengenalmu dari caramu tinggal sebentar

Kemudian pergi juga sebentar

seolah ingin berkata

namun memilih aman di balik jeda


Ada hangat yang sempat singgah

di percakapan yang sederhana

cukup untuk membuatku tahu

aku tidak sendiri merasakannya.


Kau mendekat tanpa benar-benar tiba

menyentuh batas lalu merapikannya

seperti orang yang paham rindu

namun lebih paham cara bertahan


Aku menangkap niat

pada perhatian yang hati-hati

pada doa yang singkat namun tulus

pada diam yang bukan kosong namun berjaga


Mungkin kau pernah terluka

atau belajar terlalu baik

cara melindungi diri

hingga setiap langkah maju

selalu diimbangi satu langkah mundur.


Aku tak ingin memaksamu tinggal

aku hanya berdiri

cukup dekat untuk jujur

cukup jauh agar tak melukai siapa pun


Bila langkahku akhirnya berbelok

itu bukan karena niatku runtuh

hanya karena aku belajar membaca

sampai di mana sesuatu 

layak dijaga bersama


Dan bila aku menjaga jarak

itu bukan tentang kehilangan

melainkan caraku merapikan diri

dari kehadiran yang singgah

tanpa pernah meminta penantian

Oleh Husein Abdul Majid


Aku belajar diam

pada jeda yang tak pernah kau maksudkan

Ia tumbuh menjadi lorong panjang

yang harus kulewati sendirian


Aku menunggu

bukan karena kau pernah berjanji

melainkan karena aku tak tahu cara pulang

tanpa menoleh sekali lagi


Ada kata yang kau ucap

ringan seperti debu

jatuh di siang hari

menetap seperti hujan yang lupa berhenti


Aku tak ingin menuntut

hanya berdiri di tengah

dengan tangan gemetar

menyembunyikan harap di balik sikap


Aku belajar menata

pada jarak yang tidak bernama

pada perhatian yang ada

namun tak pernah benar-benar tinggal


Jika suatu hari aku benar-benar pergi

bukan karena tekadku goyah

melainkan karena aku belajar

tak semua yang tumbuh

perlu terus kupelihara sendirian


Dan bila aku terhenti selamanya

itu bukan tanda kehilangan

hanya pengakuan sunyi

bahwa tidak semua yang hadir

pernah memintaku menunggu

on Sabtu, 20 Desember 2025

Oleh Husein Abdul Majid


Gerimis memang terasa indah

kadang cukup menemani

Meski tak selalu menghapus dahaga

aku tetap mensyukurinya

Jarak adalah caramu bernapas

aku belajar memahaminya

Mendekat secukupnya saja

agar kita sama-sama lega

Aku memang berharap

dan itu tidak apa-apa

Harapan ini kupegang pelan

tanpa menggenggam terlalu erat

Jika suatu hari harus kulepas

aku melakukannya dengan tenang

Bukan karena kurang rasa

hanya karena waktu berkata cukup