Oleh Husein Abdul Majid
Aku belajar diam
pada jeda yang tak pernah kau maksudkan
Ia tumbuh menjadi lorong panjang
yang harus kulewati sendirian
Aku menunggu
bukan karena kau pernah berjanji
melainkan karena aku tak tahu cara pulang
tanpa menoleh sekali lagi
Ada kata yang kau ucap
ringan seperti debu
jatuh di siang hari
menetap seperti hujan yang lupa berhenti
Aku tak ingin menuntut
hanya berdiri di tengah
dengan tangan gemetar
menyembunyikan harap di balik sikap
Aku belajar menata
pada jarak yang tidak bernama
pada perhatian yang ada
namun tak pernah benar-benar tinggal
Jika suatu hari aku benar-benar pergi
bukan karena tekadku goyah
melainkan karena aku belajar
tak semua yang tumbuh
perlu terus kupelihara sendirian
Dan bila aku terhenti selamanya
itu bukan tanda kehilangan
hanya pengakuan sunyi
bahwa tidak semua yang hadir
pernah memintaku menunggu

0 komentar:
Posting Komentar