counter

Tidak Bernama

on Selasa, 30 Desember 2025

Oleh Husein Abdul Majid


Aku belajar diam

pada jeda yang tak pernah kau maksudkan

Ia tumbuh menjadi lorong panjang

yang harus kulewati sendirian


Aku menunggu

bukan karena kau pernah berjanji

melainkan karena aku tak tahu cara pulang

tanpa menoleh sekali lagi


Ada kata yang kau ucap

ringan seperti debu

jatuh di siang hari

menetap seperti hujan yang lupa berhenti


Aku tak ingin menuntut

hanya berdiri di tengah

dengan tangan gemetar

menyembunyikan harap di balik sikap


Aku belajar menata

pada jarak yang tidak bernama

pada perhatian yang ada

namun tak pernah benar-benar tinggal


Jika suatu hari aku benar-benar pergi

bukan karena tekadku goyah

melainkan karena aku belajar

tak semua yang tumbuh

perlu terus kupelihara sendirian


Dan bila aku terhenti selamanya

itu bukan tanda kehilangan

hanya pengakuan sunyi

bahwa tidak semua yang hadir

pernah memintaku menunggu

0 komentar:

Posting Komentar