Hari ini hujan. Lebih tepatnya malam ini. Ba'da Isya' aku langsung menyelonjorkan kakiku yang pegal. Baru tadi sore ku 2 jam berdiri untuk mengajar anak kelas 7. Itu tanggung jawabku sebagai seorang Dewan Galang atau DG maupun sebgai ketua Osis. Aku akan bercerita sedikit, begini; jadi setelah aku menjabat sebagai ketua ini, mulai banyak sahabat yang menjadi musuh, musuh yang menjadi sahabat, keluarga yang menjadi saingan, semuanya bersilih ganti. Dan banyak kejadian yang aku alami setelah menjabat ini. Bahkan tidak hanya teman. Guru pun juga. Banyak guru yang akhirnya mendekat, ada yang benar benar membenci, ada yang mulai menjauh yang meskipun akhirnya dekat lagi, dan masih banyak lagi. Sejujurnya, setelah aku menjabat lebih banyak cercaan daripada pujian, lebih banyak musuh daripada teman, lebih banyak teguran daripada perintah, dsb. Tetapi aku yakin pasti ada hikmah dari semua ini. pasti..
Suara hujan sekarang menjadi gerimis. tampaknya hujan mulai mengalah dengan orang-orang. Rasanya lebih indah begini. Tidak terlalu deras dan tidak terlalu gerimis. Suara gemeritik gerimis yang syahdu membuat pikiranku melayang. Membayangkan tentang masa depanku. Yah, aku sudah bulat dengan cita-citaku. Menjadi Dosen. Aku memilih cita-cita ini dan aku Insya Allah dapat merealisasikannya. Aku selalu berdoa begitu. Insya Allah. Man Jadda Wa Jadda. Siapa yang besungguh-sungguh pasti berhasil. Kata-kata yang akan selalu kuingat dalam benakku. Sederhana tetapi kuat. Kata-kata yang aku dapat dai novel karya wartawan VOA, Ahmad Fuady. Yah, apalagi selain trilogi Negeri 5 Menara. Aku camkan benar-benar kalimat itu di benakku.
Alasan kenapa aku memilih Dosen yaitu kaena keluarga besarku semuanya berprofesi di bidang mengajar. Eyang kakung dulu menjadi dosen, Eyang uti jadi guru, Kakek dan nenek dari bapak juga jadi guru. Bahkan, kedua orangtua ku pun dulu menjadi guru. Ya, Dulu... . Bapak alhamdulillah sekarang sudah naik pangkat menjadi pengawas. Ibu sekarang tidak mengajar karena harus mengurusi adik. Aku bersyukur mempunyai keluarga seperti ini. Meskipun tidak sesuai harapanku, aku akan selalu bersyukur. Aku tidak bisa mengatakannya. Itu privasi.
Satu lagi. Aku bertekad untuk menghapal seluruh isi Al-Quran. Insya Allah. seperti kalimat tadi, Man Jadda Wa Jadda. Kalau ada kemauan pasi ada jalan dengan Izin Allah. Aku juga akan selalu berdoa agar aku dimudahkan dalam hapalanku. Semoga akan selalu ter-cap hapalanku di dalam otakku hingga tak ada yang aku lupakan satu kalimah pun. Ya, Dengan Izin Allah. Aku akan membuat jadwal hapalanku. Pokoknya, aku akan menyumbang hapalanku 1 ayat setelah shalat fardhu. Yah, seharusnya menjadi 5 ayat perhari bukan??? .Tetapi Jadwal padat dan tugas yang banyak selalu menggangguku. Jika aku bisa menghentikan waktu. Maka akan kuhentikan, akan kugunakan sebaik-baiknya untuk menghapal Al-Quran. Karena sungguh aku kehabisan waktu. Hidup di dunia ini sangat singkat. Hanya 1,5 jam saja kita hidup.
Tetapi aku bingung dengan dunia ini. Bukankah kita seharusnya belajar dengan ilmu yang kita minati?? Karena justru begitu, kemampuan kita akan berkembang. Mungkin pendapatku ini tidak rasional. Tetapi aku sudah memikirkannya baik-baik sejak aku kecil. Menurutku Sekolah Dasar sudah cukup untuk menjadi pelajaran dasar, setelahnya tergantung kita untuk belajar ilmu yang mana. Itulah Pendapatku.
Suara hujan sekarang menjadi gerimis. tampaknya hujan mulai mengalah dengan orang-orang. Rasanya lebih indah begini. Tidak terlalu deras dan tidak terlalu gerimis. Suara gemeritik gerimis yang syahdu membuat pikiranku melayang. Membayangkan tentang masa depanku. Yah, aku sudah bulat dengan cita-citaku. Menjadi Dosen. Aku memilih cita-cita ini dan aku Insya Allah dapat merealisasikannya. Aku selalu berdoa begitu. Insya Allah. Man Jadda Wa Jadda. Siapa yang besungguh-sungguh pasti berhasil. Kata-kata yang akan selalu kuingat dalam benakku. Sederhana tetapi kuat. Kata-kata yang aku dapat dai novel karya wartawan VOA, Ahmad Fuady. Yah, apalagi selain trilogi Negeri 5 Menara. Aku camkan benar-benar kalimat itu di benakku.
Alasan kenapa aku memilih Dosen yaitu kaena keluarga besarku semuanya berprofesi di bidang mengajar. Eyang kakung dulu menjadi dosen, Eyang uti jadi guru, Kakek dan nenek dari bapak juga jadi guru. Bahkan, kedua orangtua ku pun dulu menjadi guru. Ya, Dulu... . Bapak alhamdulillah sekarang sudah naik pangkat menjadi pengawas. Ibu sekarang tidak mengajar karena harus mengurusi adik. Aku bersyukur mempunyai keluarga seperti ini. Meskipun tidak sesuai harapanku, aku akan selalu bersyukur. Aku tidak bisa mengatakannya. Itu privasi.
Satu lagi. Aku bertekad untuk menghapal seluruh isi Al-Quran. Insya Allah. seperti kalimat tadi, Man Jadda Wa Jadda. Kalau ada kemauan pasi ada jalan dengan Izin Allah. Aku juga akan selalu berdoa agar aku dimudahkan dalam hapalanku. Semoga akan selalu ter-cap hapalanku di dalam otakku hingga tak ada yang aku lupakan satu kalimah pun. Ya, Dengan Izin Allah. Aku akan membuat jadwal hapalanku. Pokoknya, aku akan menyumbang hapalanku 1 ayat setelah shalat fardhu. Yah, seharusnya menjadi 5 ayat perhari bukan??? .Tetapi Jadwal padat dan tugas yang banyak selalu menggangguku. Jika aku bisa menghentikan waktu. Maka akan kuhentikan, akan kugunakan sebaik-baiknya untuk menghapal Al-Quran. Karena sungguh aku kehabisan waktu. Hidup di dunia ini sangat singkat. Hanya 1,5 jam saja kita hidup.
Tetapi aku bingung dengan dunia ini. Bukankah kita seharusnya belajar dengan ilmu yang kita minati?? Karena justru begitu, kemampuan kita akan berkembang. Mungkin pendapatku ini tidak rasional. Tetapi aku sudah memikirkannya baik-baik sejak aku kecil. Menurutku Sekolah Dasar sudah cukup untuk menjadi pelajaran dasar, setelahnya tergantung kita untuk belajar ilmu yang mana. Itulah Pendapatku.

0 komentar:
Posting Komentar